Inter Kalah di Derby, Mancini tidak kesal

during the International Champions Cup match between AC Milan and FC Internazionale  on July 25, 2015 in Shenzhen, China.

Allenatore Inter Milan, Roberto Mancini, mengaku puas terhadap penampilan anak-anak asuhnya saat melawan rival se-kota pada lanjutan International Champions Cup, sekalipun La Beneamata menyerah dengan skor 0 – 1.

Inilah kekalahan kedua secara beruntun yang dialami Inter pada pramusim. Namun, dinilai Mancini, hasil bukanlah orientasi timnya pada fase pramusim. Pertandingan pada pra-musim bukan menjadi tolak ukur bagi perkembangan tim saat menghadapi kompetisi yang sebenarnya, walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa fase pramusim membantu pemain soal kebugaran.

“Saya senang dengan penampilan anak asuk saya meskipun kalah dalam derby bertajuk Della Madonnia ini. Hal terpenting yakni peningkatan kualitas tim. Sebab pada fase ini, anda tidak bisa berharap 100 %,” Ujar pria yang pernah melatih Manchester City.

Dia mengakui, kondisi fisik pemainnya tak bugar karena harus melakoni dua pertandingan dalam kurun waktu 48 jam, setelah Inter menyerah 0-1 dari Bayern Muenchen pada 23 Juli. Karena itu, Mancini harus mengubah tim setelah tampil selama 60 menit.

Inter mengawali pertandingan dengan sebagian besar pemain Primavera. Mancini baru memasukkan pemain kunci seperti Mauro Icardi, Mateo Kovacic, dan Andrea Ranocchia pada pertengahan paruh kedua.

Dan juga Mancini tak lupa memberikan pujian kepada pelatih AC Milan, Sinisa Mihajlovic. Dia mengakui, mantan rekan setimnya tersebut akan membuat Milan kian bagus dan menakutkan.

Mancini yakin Mihajlovic akan mampu membawa Milan kembali berprestasi di ranah Italia. Mancini sendiri juga bertekad untuk membawa Inter ke jalur yang tepat , yaitu trek meraih Scudetto. Setelah keterpurukan yang di alami oleh duo Milan,  otomatis hanya Juventus yang mampu menaikkan pamor Italia di mata Internasional.

“Kami sedikit berbincang-bincang, sedikit bertukar pikiran dengannya dan saya pikir dia akan melakukan pekerjaannya dengan baik atau bahkan sangat baik. Timnya terlihat tajam dan saya pikir dia akan bahagia,” ujar Mancini.

Dua pelatih ini pernah meraih kejayaan saat membawa Lazio meraih scudetto pada musim 1990-2000. Setelah itu, mereka pun kembali bersama-sama memperkuat Inter Milan, sebelum Mancini ditunjuk menjadi pelatih Nerazzurri dan Mihajlovic menjadi asisten pelatih.