Stefano Sturaro, Petarung Baru di Lini Tengah Juventus

sturaro118

Supercoppa Italia 2015 sudah berakhir dengan Juventus yang menjadi pemenangnya. Banyak orang yang memuju penampilan Mario Mandzukic dan Paulo Dybala yang sukses mencetak gol pada debut pertamanya. Tidak terkecuali man of the match pada pertandingan itu, Paul Pogba atas penampilannya selama pertandingan.

Namun sebenarnya, ada satu sosok lain yang juga berperan besar dalam menumbangkan Lazio dengan skor 2-0 tersebut. Dan sosok tersebut ditunjukkan oleh gelandang berusia 22 tahun yang musim lalu sempat membela Genoa, Stefano Sturaro.

Dalam skema 3-5-2 ala Juventus,  Sturaro mengisi tempat yang ditinggalkan Arturo Vidal. Jika pada musim lalu pos gelandang tengah di sisi sebelah kanan diisi oleh Vidal, kali ini pemilik nomor 27 Juventus ini dicoba untuk menyeimbangkan lini tengah Juventus sejak menit pertama. Dan ia melakukannya dengan sangat baik.

Penampilan Sturaro memang tak seimpresif Paul Pogba pada laga tersebut.  Sturaro bahkan hanya melepaskan 22 kali operan, setengah dari yang dilepaskan Claudio Marchisio dan Pogba.

Tapi peran yang diemban Sturaro pada laga ini sendiri merupakan lebih sebagai perebut bola ketimbang pengumpan meski diplot sebagai box-to –box midfielder layaknya Vidal. Hal ini dikarenaka ia hanya sesekali merangsek ke dekat kotak penalti untuk melepaskan tembakan ke gawang atau operan pada para penyerang Juventus, di mana Vidal sebaliknya.

Meskipun begitu, Sturaro tahu kapan ia harus kembali ke  lini tengah dan kapan harus ikut membantu lini serang. Ini dibuktikan meskipun ia jarang terlibat dalam serangan Juventus , Sturaro menjadi pemberi assist bagi gol pertama Juve yang diciptakan Mandzukic.

Sturaro bergerak ke sisi sayap kanan ketika Stephan Lichtsteiner tak bisa melakukan penetrasi karena menjaga sisi kanan Juventus dalam mengantisipasi kecepatan Felipe Anderson. Menerima operan dari Lichtsteiner, Sturaro kemudian memberikan umpan matang, tipikal umpan yang biasanya dilepaskan Lichtsteiner, pada Mandzukic.

Tak hanya sampai di situ, Sturaro pun terlibat dalam skema pada gol kedua Juve. Menerima umpan dari Pogba, Sturaro-lah yang kemudian memberikan umpan pada Mandzukic. Mandzukic meneruskannya dengan aksi melewati satu pemain Lazio dan memberikan umpan silang pada Pogba yang sudah berada di kotak penalti. Pogba lantas memberikan umpan pendek pada Dybala yang tak terkawal.

Atas Performa impresifnya yang bisa dikatakan stabil dan konsisten, pada musim ini tampaknya Sturaro akan banyak mendapatkan kesempatan bermain. Dengan mentalnya yang tak canggung dalam menghadapi big match seperti saat menghadapi Lazio, Real Madrid atau Napoli di mana ia mencetak gol pertamanya bagi Juventus, Sturaro tampaknya bisa diplot sebagai pengganti ideal atas kepergian Vidal dan cederanya Sami Khedira.

Bale Buka Suara Tentang Posisi Idealnya

Madrid's Welsh midfielder Gareth Bale plays the ball during the Audi Cup football match Real Madrid vs Tottenham Hotspur in Munich, southern Germany, on August 4, 2015. The Audi Cup football matches with Bayern Munich of Germany, Real Madrid of Spain, AC Milan of Italy and Tottenham Hotspur of England will take place in Munich on August 4 and August 5, 2015. AFP PHOTO / CHRISTOF STACHE

Pemain asal Wales, Gareth Bale buka suara terkait posisi idealnya saat beraksi di atas lapangan. Pemain termahal dunia itu menilai bermain sebagai second striker atau berada di belakang penyerang merupakan posisi yang bisa mengembangkan permainannya.

Bisa saja komentar itu merupakan sinyal agar pelatih Real Madrid, Rafael Benitez, menempatkannya di posisi tersebut pada kompetisi musim depan. Sejatinya tanpa meminta pun, Benitez bakal menaruh pemain dengan kecepatan tinggi itu pada posisi tersebut.

Terlihat saat Madrid mengalahkan mantan klubnya, Tottenham Hotspur, dengan skor 2-0 dalam laga Audi Cup, Rabu 5 Agustus 2015 dini hari WIB. Saat itu, ia ditempatkan di belakang ujung tombak Los Blancos, Jese Rodriguez.

Tak perlu waktu lama bagi Benitez untuk melihat perubahan penampilan Bale yang sempat diejek fans Madrid sepanjang musim lalu karena tampil tak optimal. Di laga tersebut, ia sanggup mencetak satu gol sekaligus mengantarkan timnya ke babak final turnamen pramusim itu. Peran dan permainan yang ditunjukkan bale saat mengisi posisi tersebut cukup efektif.

Sebelumnya, pelatih Madrid terdahulu, Carlo Ancelotti, lebih sering menempatkannya sebagai winger kanan. Bale terlihat tidak nyaman dengan di posisi tersebut karena fokusnya terpecah di antara harus menyerang dan juga bertahan. Sehingga dia tidak bisa mengembangkan permainan, yang berujung pada kemarahan fans terhadap dirinya yang menganggap dirinya sebagai pemain termahal di dunia.

“Posisi itu adalah posisi terbaik saya. Ketika saya bermain untuk Tottenham saya merasa bisa dan telah mengeluarkan kemampuan terbaik saya. Begitu pun ketika saya bermain membela Wales, saya selalu ditempatkan di posisi itu. Bagi saya, itu adalah posisi terbaik saya,” jelas Bale, seperti mengutip Squawka, Kamis (6/8/2015).

“Dengan bermain di posisi itu, saya bisa bergerak ke kanan maupun ke kiri, saya bisa leluasa melakukan manuver dan itu persis seperti yang saya lakukan saat di Tottenham dan Wales. Sangat senang mendapat dukungan dari pelatih dan Presiden Florentino Perez, saya berjanji akan memberikan mereka sejumlah gol dan trofi,” tutupnya.

Liverpool Kejar Calon Duet Benteke & Wonderkid Juventus

Lyon's Frecnh forward Alexandre Lacazette attends a training session ahead of the 2015/2016 French L1 football season on July 28, 2015 in Lyon.                                AFP PHOTO/PHILIPPE DESMAZES

Memasuki musim yang baru 2015-2016 , Liverpool tampaknya tidak kunjung menghentikan aktivitas transfernya. Hal ini terlihat dari persiapan mereka menggaet striker baru.

Meski sudah mendapatkan Christian Benteke dengan nilai transfer sebesar 32,5 juta pounds, Liverpool rupanya belum puas dengan kondisi lini depannya saat ini. The Reds saat ini masih berupaya mendapatkan penyerang yang  diyakini bakal diduetkan dengan Benteke pada kompetisi musim depan.

Seperti diberitakan dari Squawka, Kamis (30/7/2015), Liverpool masih ngebet ingin mendatangkan top skor  Ligue 2014-2015, Alexandre Lacazette. Bahkan, mereka tak segan mengeluarkan banyak uang untuk mendaratkan penyerang andalan Olympique Lyon tersebut.

Uang tak kurang dari 30 juta euro atau sekira Rp444,7 miliar siap mereka gelontorkan guna menggoda pemegang delapan caps Timnas Prancis itu. Jika Lacazette jadi hengkang ke Anfield, dapat dipastikan lini depan mereka penuh sesak.

Sekadar informasi, saat ini Brendan Rodgers sudah memiliki Danny Ings, Daniel Sturridge, Divock Origi, Fabio  Borini, Rickie Lambert dan Mario Balotelli. Namun, tiga nama yang disebut terakhir kemungkinan besar bakal dilepas pada bursa transfer kali ini setelah tampil buruk sepanjang musim lalu.

Selain itu, alasan pendatangan Lacazette dipercaya karena Rodgers tak puas dengan lini depan tim asuhannya sepanjang menjalani tur pramusim di Thailand, Australia dan Malaysia. Bagaimana tidak, dari empat laga yang dilalui, lini depan mereka hanya mengemas satu gol lewat Ings saat Liverpool mengalahkan Adelaide United 2 -0. Hal ini merupakan cermin bagaimana lini depan mereka akan beroperasi pada musim depan. Tentu hal ini tidak diinginkan oleh Rodgers.

Selain Mengejar Alexandre Lacazette, Liverpool juga berminat mendatangkan wonderkid Juventus. Adalah Kingsley Coman yang ingin direkrut oleh Brendan Rodgers. Pemain yang baru berusia 19 tahun itu diisukan  bakal meninggalkan Juventus Stadium.

Liverpool akan memanfaatkan situasi tersebut, meski ada dua klub besar Eropa lainnya yang juga membidik talenta muda asal Prancis tersebut, seperti Bayern Munich dan Arsenal. Liverpool juga berada di atas angin, lantaran  bakal menawarkan Coman masuk langsung ke skuad utama Rodgers.

Sering Berganti Posisi , Tidak Meredupkan Kesuksesan Pemain Ini

henry1

Saat ini zaman sudah modern, begitu juga sepakbola yang mengalami evolusi. Sepakbola modern menuntut pemain dan pelatih harus terus beradaptasi terhadap berbagai perubahan terkait pemakaian taktik sampai teknologi tertentu.

Bagi para pemain, sepakbola modern membuat mereka mau tak mau menjalani lebih dari satu peran di lapangan, sang pemain bisa menjadi gelandang bertahan, kadang menjadi bek tengah ataupun menjadi bek sayap. Tergantung dari keputusan pelatih. Jika tak sanggup, apalagi tak mau, siap-siap tersingkir dari skuad, kecuali bila memiliki skill di atas rata-rata seperti mega bintang Barcelona, Lionel Messi.

Berikut ini beberapa pemain genius yang mampu terus bersinar meski sering berganti posisi sepanjang karier persepakbolaannya:

1. Lothar Matthaus
Lothar Matthaus adalah contoh ideal dari seorang pemain serbabisa. Meski memiliki tinggi hanya 174 sentimeter, Matthaus sukses menjadi seorang bek tengah yang tangguh dan defensif, sekaligus gelandang box to box yang taktis dan kuat.

Pemain kelahiran Erlangen, Jerman, 21 Maret 1961, itu pernah ikut membawa Timnas Jerman menjuarai Piala Dunia 1990 dan membantu Bayern Munich berjaya di tingkat domestik dan Eropa selama dekade 1980 hingga 1990.

Skema taktik 3-5-2 yang mengharuskan adanya peran sweeper di lini belakang menjadi awal mula Matthaus bersinar. Namun, pemain yang kuat di kaki kanan dan kiri itu tidak canggung jika di instruksikan untuk menyerang ataupun membantu penyerangan, mulai gelandang bertahan sampai box to box midfielder yang membutuhkan kecerdasan dan mobilitas tinggi.

2. Thierry Henry
Thierry Henry adalah contoh nyata pemain dengan karakter winger bisa lebih sukses saat ditarik menjadi striker tengah. Memiliki kecepatan dan kecerdasan, Henry tidak sukses saat bermain sebagai penyerang sayap ketika membela Juventus.

Namun Ceritanya tidak sama ketika ia berseragam Arsenal. Pelatih The Gunners, Arsene Wenger menugaskan henry untuk bermain sebagai penyerang tengah saat hijrah ke Highbury, markas Arsenal saat itu. Hasilnya, Henry menjelma menjadi salah satu striker terhebat di dunia yang memiliki ciri khas kecepatan berlari, dribbling, timing, dan akurasi shooting yang tinggi.

3. Andrea Pirlo
Maestro Italia, Andrea Pirlo terkenal sebagai deep-lying playmaker terbaik di dunia selama 10 tahun terakhir. Posisi yang berada di depan para bek yang identik dengan peran gelandang bertahan, namun kenyataannya peran Pirlo adalah mengatur permainan tim, seperti mengatur arah bola, menahan bola, sampai memberikan umpan-umpan terukur ke pertahanan lawan.

Pirlo sukses menjadi deep-lying playmaker karena kecerdasannya membaca gaya permainan lawan dan melepaskan umpan-umpan yang akurat. Meski tidak cepat, gaya permainan Pirlo yang taktis cocok dengan fungsinya sebagai deep-lying playmaker.

Padahal di awal karier, Pirlo adalah seorang playmaker atau penyerang lubang di belakang dua striker. Peran yang ia lakukan saat membela Brescia mulai 1995 hingga Inter Milan pada 1998. Namun saat hijrah ke AC Milan pada 2001, Carlo Ancelotti yang menciptakan Pirlo menjadi deep-lying playmaker.

4. Bastian Schweinsteiger
Pemain yang pada awalnya beroperasi di bek kiri tersebut berubah peran menjadi gelandang sayap dan gelandang serang. Kemudian Louis Van Gaal menyulap Bastian menjadi gelandang bertahan dan lebih sukses dengan peran tersebut. Bastian tampil konsisten dalam memainkan semua perannya tersebut.

Hasilnya adalah puluhan trofi juara bergengsi di level klub hingga juara dunia bersama Jerman menjadi bagian sejarah kekasih petenis Ana Ivanovic tersebut.

Tidak Mau Nurut Dengan Pelatih, Valdes Terancam Keluar Dari Old Trafford

imagen52612g

Kiper profesional jebolan Barcelona, Victor Valdes sedang mendapat masalah besar di Manchester United.Kabarnya kiper berpaspor Spanyol ini akan dijual oleh Louis Van Gaal karena tingakah lakunya yang tidak mengikuti keinginan sang pelatih.

Masa depan Victor Valdes di Manchester United tampaknya akan segera menemui akhir. Manajer ‘Setan Merah’ Louis van Gaal menyebut kiper asal Spanyol itu akan dijual karena menolak mengikuti instruksinya.

Kelanjutan karier Valdes di MU memang sebelumnya sudah dispekulasikan, karena kiper 33 tahun tak ikut dalam tur pramusim ke Amerika Serikat. Padahal eks Barcelona itu sempat disebut-sebut bakal mengemban tugas utama di bawah mistar MU, mengingat David De Gea kencang dikabarkan akan hengkang ke Real Madrid.

Van Gaal menyebut bahwa Valdes sebelumnya menolak bermain untuk tim kedua. Karena hal inilah dia membuka pintu keluar lebar-lebar.

“Dia tidak mengikuti filosofi saya. Tidak ada tempat untuk seseorang seperti itu,” kata Van Gaal dikutip BBC.

“Tahun lalu, dia menolak bermain di tim kedua dan ada aspek-aspek lain yang Anda butuhkan sebagai seorang kiper di United. Ketika Anda tidak mau mengikuti prinsip-prinsip itu, hanya ada satu jalan dan itu adalah keluar.”

“Itu adalah kekecewaan besar. Itu disayangkan karena kami telah memberikan dia kesempatan untuk rehabilitasi, memberikan dia sebuah kontrak, dan kemudian dia fit untuk dimainkan,” tambahnya.

Valdes mulai bergabung dengan MU pada Oktober tahun lalu. Saat itu dia diberikan kesempatan untuk ikut berlatih dan memulihkan diri setelah menderita cedera ligamen parah.

Namun demikian, dia baru resmi jadi anggota Old Trafford pada Januari 2015 saat sepakat menandatangani kontrak 18 bulan, dengan opsi perpanjangan satu tahun ekstra.

Valdes melakukan debut pada 17 Mei lalu saat melawan Arsenal, untuk menggantikan De Gea yang cedera dengan laga menyisakan 16 menit. Kiper lulusan akademi Barca itu kemudian tampil sebagai starter untuk kali pertama pada laga terakhir musim tersebut saat melawan Hull City.

“Saya memainkannya di Hull karena saya waktu itu ingin membantu. Saya selalu merupakan orang yang sangat berjiwa sosial,” ujar Van Gaal soal laga kontra Hull itu.

Van Gaal Masukan Nama Callum Gribbin Untuk Tur Pra Musim United

0000236571

Manchester United tak lama lagi akan berlaga menjalani tur pra musim mereka di tahun 2015.kabar menarik dari tur pra musim kali ini adalah, Manager Unite Louis Van Gaal memanggil pemain muda yang masih berumur 16 tahun untuk bergabung ke dalam skuad Setan Merah.

Pemain muda milik Manchester United, Callum Gribbin, akan turut serta dalam tur pra musim yang digelar oleh pihak klub. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya pemain 16 tahun tersebut pada sesi latihan United di Carrington hari Senin kemarin.

Manchester United akan melakoni empat pertandingan ujicoba saat menjalani tur pramusim di Amerika Serikat. Laga kontra Barcelona dan Paris St. Germain akan menjadi fokus utama ‘Setan Merah’

MU dijadwalkan bermain melawan Club America di Seattle pada 17 Juli, lalu melawan San Jose Earthquakes di San Jose sepekan berikutnya. Setelah itu, Wayne Rooney dkk. bertolak ke Santa Clara untuk menghadapi Barca pada 25 Juli dan PSG di Chicago pada tiga hari kemudian.

Van Gaal mengungkapkan bahwa setiap pemainnya akan turun tidak lebih selama 45 menit saat melawan Club America dan San Jose, termasuk Callum Gribbin.

Sportsmole melansir, Gribbin merupakan pemain yang memiliki prospek cerah untuk ke depannya. Ia berposisi sebagai playmaker dan juga dapat menempati posisi sayap kanan lini serang The Red Devils.

Pemain spesialis kidal itu sebelumnya ingin diambil oleh pihak Liverpool yang telah mencium bakatnya sejak awal. Namun, pihak Setan Merah tentu tidak ingin melepas pemain berharganya tersebut.

Manajer United, Louis van Gaal memang dikenal sebagai pelatih yang suka mengorbitkan para pemain muda. Sebut saja nama-nama seperti Edwin Van Der Sar, Holger Badstuber, Thomas Muller dan Clarence Seedorf. Pemain-pemain tersebut bersinar ketika pelatih asal belanda itu memberikan kesempatan bagi mereka saat masih muda.

Melihat fakta tersebut, bukan tidak mungkin setelah dari tur pra musim, Gribbin mendapatkan jam terbang yang lebih banyak.

“Di dua pertandingan pertama, saya akan memainkan semua pemain paling lama 45 menit karena kami harus beradaptasi dengan situasi yang baru,” kata manajer MU ini di situs resmi klub. “Banyak pemain muda juga diberikan kesempatan untuk tampil.”

“Pertandingan Barcelona dan PSG adalah laga ketiga dan keempat dan ketika itu kami akan bermain dengan para pemain tertentu selama 60 menit dan 30 menit. Ini juga akan bagus untuk melihat seberapa kemampuan kami melawan tim-tim denga level seperti mereka.”

“Tapi pertandingan itu juga bisa tidak berarti apapun karena tahun lalu kami memenangi setiap pertandingan melawan tim besar, meraih banyak hasil bagus, dan memainkan sepakbola atraktif.”

“Bagi saya yang penting adalah pertandingan petama Premier League,” cetus Van Gaal.

Dembele merapat ke Chelsea

dembele

Untuk mempertahankan tigel bergengsi Premier League sekaligus meningkatkan kekuatan, Chelsea pun aktif bergerak mendapatkan pemain-pemain baru. Bila dalam beberapa pekan terakhir ini kedatangan Falcao dan kepergian Petr Cech kerap dibicarakan, kali ini giliran John Obi Mikel.

Givemesport.com mengabarkan bila bulan depan pemain tengah tim nasional Nigeria itu akan hengkang dari Stamford Bridge. Dan karenanya menurut The Sun Chelsea mengincar gelandang tengah Tottenham Hotspur, Mousa Dembele.

Diincarnya pemain 27 tahun itu karena memang Mourinho tidak menginginkan pemain tengah bertipikal kreatif, tipe gelandang yang di inginkan oleh Mourinho untuk beroperasi di sektor tengah lapangan adalah tipe pasif. Dan nilai transfer yang dipatok Spurs atas pemainnya itu yang senilai 12 juta poundsterling, juga berada dalam jangkauan Chelsea.

Musim kemarin Obi Mikel hanya tampil dalam 13 pertandingan di semua kompetisi dan disebut menjadi target transfer klub Turki, Fenerbahce. Sedangkan hal yang tidak jauh berbeda juga dialami Dembele, di mana ia hanya 10 kali turun sebagai starter dari 38 laga Premier League 2014-15.

Bila memang benar Dembele jadi direkrut Chelsea, ia tak akan banyak mengalami kesulitan dalam beradaptasi. London biru juga memiliki Thibaut Courtois dan Eden Hazard yang adalah rekan satu tim Dembele di tim nasional Belgia, itu akan memudahkan Dembele dalam memahami filosofi permainan yang di usung Mourinho serta hal lainnya.
Dembele sendiri mempunyai 61 caps dengan lima gol sejak melakoni debut internasional di level senior bersama Rode Duivels di tahun 2006

Selain Ramos, Presiden Madrid Juga Berseteru Dengan Casillas dan CR7

0000234026

Florentino Perez (Presiden Real Madrid) sepertinya sudah tidak membutuhkan tenaga pemain belakangnya yang bernama Sergio Ramos.Padahal Ramos merupakan salah satu benteng pertahanan bagi Los Blancos.Mendengar kabar tersebut, Setan Merah langsung bergegas untuk mendapatkan tanda tangan pemain asal Spanyol tersebut.

Florentino Perez tidak hanya terlibat cek cok dengan Sergio Ramos, terkait kontrak anyar sang bek. Menurut laporan AS, sosok nomor satu klub tersebut juga punya hubungan yang kurang bagus dengan Iker Casillas serta Cristiano Ronaldo.

Sementara Ramos memang menjadi masalah tersendiri bagi Perez di beberapa pekan belakangan. Sang bek tidak ingin memperpanjang kontrak yang bersangkutan dengan kenaikan gaji hingga 10 juta euro. Presiden Los Blancos berkeras bahwa Ramos bakal berusia 31 tahun ketika kontraknya habis pada 2017 nanti dan ia tidak pantas mendapat gaji sebanyak itu.

Oleh karena itu, kabar ketertarikan MU jelas menjadi angin segar bagi Perez, yang sudah lama dibuat geram dengan aksi Ramos yang seolah selalu melawan semua pendapatnya. Sebagaimana diketahui, eks Sevilla merupakan sosok yang berada di pihak Iker Casillas ketika terjadi perseteruan dengan Jose Mourinho. Ia juga terang-terangan membela Carlo Ancelotti ketika Perez ingin memecat sang manajer dari klub.

Diklaim bahwa Perez selama ini hanya berusaha memperpanjang kontrak Ramos, lantaran ia mempertimbangkan kedekatan yang dimiliki sang bek dengan para Madridista.

Sang Presiden juga tidak pernah merasa yakin dengan kemampuan Casillas dibawah mistar gawang dan hal tersebut ditunjukkan dengan usaha yang bersangkutan untuk merekrut Gianluigi Buffon selama beberapa kali di beberapa tahun belakangan.

Waktu berlalu dan kini Madrid kembali menemukan sosok yang dianggap layak jadi kiper baru tim dan menggantikan Casillas, yakni David de Gea. Namun St Iker tampaknya tidak terpengaruh dengan tekanan Perez dan berkeras untuk terus bertahan hingga kontraknya di Madrid habis, sesuatu yang membuat sang presiden makin geram.

Lain lagi dengan Ronaldo. Pemain berjuluk CR7 tersebut dibuat kesal dengan tindakan klub dan Perez, yang tidak memberikan pembelaan apapun saat pers mencaci ulang tahun ke-30 yang ia gelar pasca tim kalah 0-4 dari Atletico Madrid. Ronaldo juga disebut tidak setuju dengan keputusan dipertahankannya kepala tim medis Dr. Olmo dan pemecatan Carlo Ancelotti beberapa pekan silam.

Menarik untuk disimak bagaimana Perez mengatasi masalah yang melibatkan dirinya dengan tiga sosok vital Madrid, seiring usaha tim menghapus catatan nirgelar musim lalu.

Disebutkan bahwa Perez tidak pernah merasa yakin dengan kemampuan Casillas dan hal tersebut ditunjukkan dengan usaha yang bersangkutan untuk merekrut Gianluigi Buffon selama beberapa kali di beberapa tahun belakangan.

Angkat Piala FA 2 kali, Arsenal Targetkan Jawara Premier League

arsenallll

Setelah puasa gelar selama 9 tahun, Arsenal akhirnya merasakan lagi rasa menjadi jawara. Arsenal sukses merengkuh dua gelar Piala FA dalam dua musim terakhir. Dua titel tersebut menjadi respon atas pernyataan publik bahwa Arsenal nihil gelar sepanjang tahun.

Keberhasilan Arsenal meraih dua gelar Piala FA secara beruntun dinilai menunjukkan perkembangan signifikan. Kini The Gunners dinanti untuk tampil lebih baik di Premier League.
Setelah dua trofi itu, kini Arsenal diharapkan bisa naik level dan memburu gelar Premier League. Eks penyerang Arsenal Thierry Henry menyebutnya sebagai langkah pembuktian lebih lanjut.

Memenangi 2 Piala FA secara beruntun bukanlah tugas yang mudah, tapi Arsenal dapat melakukannya. Hasil Juara sudah bisa dilihat ketika Arsenal melawan Aston Villa pada awal pertandingan.

Seharunya Arsenal mencuri start mulis di musim 2015/2016 mendatang demi mendapatkan langkah tepat dalam perburuan juara liga. Henry berharap momentum juara Piala FA musim lalu dapat berlanjut.

King Henry, mantan kapten dan striker subur Arsenal berpendapat bahwa generasi nya dahulu memulai memenangi Piala FA, berlanjut ke Premier League , dan tampil tak terkalahkan sepanjang musim. Henry menjadi bagian Arsenal saat memenangi gelar ganda, Premier League dan Piala FA, pada 2001-2002 silam.

Arsenal bakal memulai Premier League musim depan dengan jadwal yang relatif ramah. Sepanjang Agustus, mereka akan melakoni empat laga dengan menghadapi West Ham United, Crystal Palace, Liverpool, dan Newcastle United.

Praktis hanya Liverpool yang di atas kertas memberikan tantangan besar di bulan tersebut. Selepas Agustus, barulah mereka akan menjalani enam partai selanjutnya yang kian menantang.

Tercatat ada Chelsea, Manchester United, dan Everton yang bakal dihadapi. Ketiganya akan dilakoni di antara duel melawan Stoke City, Leicester City, dan Watford.

Sepuluh partai awal ini diyakini bakal krusial untuk perjalanan Arsenal sepanjang musim. Oleh karena itu, tim besutan Arsene Wenger ini bertekad melaluinya dengan lebih baik ketimbang musim lalu.

Seperti diketahui, Arsenal hanya memetik empat kemenangan di 10 partai perdana liga musim kemarin. Empat laga lainnya dilewati dengan hasil imbang dan satu berakhir dengan kekalahan.

Arsenal harus bersemangat untuk menyambut musim baru, tetap konsisten dalam performa serta terus melangkah dalam trek yang benar.