Zidane Harus Bawa Madrid Menang Di El Clasico

zidane

El Clasico merupakan pertandingan yang sengit dan seru di La Liga Spanyol.Sudah diketahui kedua tim adalah yang setiap tahunnya bersaing untuk jadi yang terbaik,dan kerap disapa sebagai rival abadi.Pelatih sekaligus mantan pemain Real Madrid Zinedine Zidane dipastikan habis habisan untuk menyambut El Clasico minggu ini.

Sbobet Casino melaporkan Barcelona akan menjamu Real Madrid pada lanjutan La Liga musim 2015-2016, Minggu 3 April 2016 dini hari WIB. Pada pertandingan pertama di Santiago Bernabeu, Barcelona berhasil mengalahkan Madrid dengan skor telak. Tentu mereka ingin mengulangi tersebut di pertandingan kedua di kandang mereka sendiri.

Sementara itu, di pihak Madrid, pertandingan El Clasico menjadi laga yang berat bagi pelatih baru mereka, Zinedine Zidane. Itu terjadi karena selama ini, pelatih anyar Madrid selalu kalah pada pertandingan El Clasico pertama mereka.

Bernd Schuster adalah pelatih Madrid terakhir yang berhasil memenangkan laga El Clasico pertamanya di Madrid. saat itu El Real berhasil menang tipis 1-0 di Camp Nou pada 23 Desember 2007. Setelah Schuster tak ada pelatih yang berhasil memenangkan El Clasico pertama mereka.

Nama besar seperti Juande Ramos, Manuel Pellegrini, Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, dan Rafa Benitez gagal meraih kemenangan. Nama terakhir bahkan sukses mempermalukan Madrid di kandang setelah kalah dengan skor 4-0.

Sementara itu,Pemain Real Madrid, Casemiro, sudah on fire untuk  menlakoni pertandingan penting tersebut. Menurutnya, laga El Clasico adalah laga penting dunia sepakbola. Tak hanya penting untuk para pemain, laga tersebut juga penting untuk para fans.

Menjelang pertandingan tersebut, pemain kelahiran 1992 tersebut mengatakan setiap orang di Madrid telah bersiap melakoni pertandingan tersebut. Ia juga mengingatkan agar rekan-rekannya memainkan bola dengan cepat dan berhasil memenangkan pertandingan.

“Kami tahu ini adalah laga penting untuk pemain, para fans, dan semuanya. Untuk Real Madrid, ini adalah pertandingan yang harus dimainkan,” ujar Casemiro seperti diberitakan Marca, Rabu (30/3/2016).

“Anda harus bermain dengan cepat pada pertandingan tersebut dan berharap kami akan memenangkan pertandingan tersebut,” tambahnya.

Tentu catatan tersebut harus menjadi suatu hal yang dihindari Zidane. Dirinya ditantang untuk memenangkan pertandingan demi menjaga asa untuk terus melaju di ajang La Liga.

Saat ini Madrid memang masih berada di posisi tiga klasemen sementara La Liga musim 2015-2016. Mereka masih kalah perolehan poin dari Barcelona dan Atletico Madrid yang menghuni posisi pertama dan kedua.

Buffon,Kiper Yang Akan Memecahkan Rekor Di Serie A Italia

buffom

Sosok Gianluigi Buffon merupakan salah satu contoh kiper masa depan.Dengan sederet gelar dan penghargaan yang di dapat kini Buffon dijuluki sebagai salah satu kiper yang paling lama tidak kebobolan di gawangnya.

Agen Bola mencatat Buffon menghabiskan seluruh karirnya dengan membiarkan sepakbola berbicara untuknya. Ketika mantan pelatih Parma Nevio Scala datang kepadanya pada 18 November 1995 dan mengatakan, dia mungkin akan melakukan debut profesional melawan AC Milan keesokan harinya, dia yang baru berusia 17 tahun menjawab dengan sederhana: “Tidak masalah, coach.”

Terlepas dari fakta, Buffon kemudian menjadi kiper paling mahal dalam sejarah ketika dia meninggalkan Parma ke Juventus pada 2001 dan kemudian menjadi pemenang Piala Dunia bersama Italia lima tahun berselang, dia tidak kehilangan kerendahan hatinya.

Ketika Juve terdegradasi karena keterlibatan dalam skandal Calciopoli, Buffon menolak tawaran Inter, AC Milan dan ARsenal. “Jika saya menjadi juara dunia, itu berkat Juve,” ujarnya saat itu. “Saya bisa bertahan dengan satu tahun di divisi kedua dan saya mencoba sesuatu baru dengan memenangkan gelar Serie B.”

Motivasi Buffon tidak diragukan lagi menjadi krusial bagi dirinya untuk mempertahankan peran penting di klub dan negara. Seperti yang dikatakan gelandang Juve, Claudio Marchisio, setelah kemenangan atas Sassuolo pekan lalu: “Gigi sangat penting di ruang ganti dan juga di atas lapangan, baik sebagai kapten dan laki-laki. Dia membuktikan profesionalismenya dan keinginan untuk berkembang setiap hari.”

Karena alasan itu dia menjadi ikon bagi banyak orang. Paul Pogba mengakui pada tahun pertamanya di Juve, hanya setelah melihat bagaimana Buffon menyikapi setiap sesi latihan dengan semangat hebat, dia menyadari, seberapa besar dedikasi yang dibutuhkan untuk mencapai puncak. Neymar mengakui tahun lalu bahwa dia secara reguler memilih Juventus ketika bermain Playstation hanya agar dia bisa menjadi Buffon.

Meski, ada hal-hal yang telah digapai Buffon yang tidak akan pernah bisa disamai. Pencapaian yang tidak akan pernah dilewati. Pada akhir pekan, melawan Torino, kapten Juventus berpeluang besar memecah rekor Serie A Sebastiano Rossi, 929 menit tanpa kebobolan. Itu akan menjadi pencapaian luar biasa tetapi mungkin keberhasilan dia melewati catatan 930 menit milik Dino Zoff pekan lalu lebih memiliki arti simbolis, mengingat Buffon kerap dibandingkan dengan kapten juara Piala Dunia 1982 tersebut. “Dua pemimpin absolut,” ujar Galli, “seorang pria memimpin seluruh tim.”