Liverpool Kejar Calon Duet Benteke & Wonderkid Juventus

Lyon's Frecnh forward Alexandre Lacazette attends a training session ahead of the 2015/2016 French L1 football season on July 28, 2015 in Lyon.                                AFP PHOTO/PHILIPPE DESMAZES

Memasuki musim yang baru 2015-2016 , Liverpool tampaknya tidak kunjung menghentikan aktivitas transfernya. Hal ini terlihat dari persiapan mereka menggaet striker baru.

Meski sudah mendapatkan Christian Benteke dengan nilai transfer sebesar 32,5 juta pounds, Liverpool rupanya belum puas dengan kondisi lini depannya saat ini. The Reds saat ini masih berupaya mendapatkan penyerang yang  diyakini bakal diduetkan dengan Benteke pada kompetisi musim depan.

Seperti diberitakan dari Squawka, Kamis (30/7/2015), Liverpool masih ngebet ingin mendatangkan top skor  Ligue 2014-2015, Alexandre Lacazette. Bahkan, mereka tak segan mengeluarkan banyak uang untuk mendaratkan penyerang andalan Olympique Lyon tersebut.

Uang tak kurang dari 30 juta euro atau sekira Rp444,7 miliar siap mereka gelontorkan guna menggoda pemegang delapan caps Timnas Prancis itu. Jika Lacazette jadi hengkang ke Anfield, dapat dipastikan lini depan mereka penuh sesak.

Sekadar informasi, saat ini Brendan Rodgers sudah memiliki Danny Ings, Daniel Sturridge, Divock Origi, Fabio  Borini, Rickie Lambert dan Mario Balotelli. Namun, tiga nama yang disebut terakhir kemungkinan besar bakal dilepas pada bursa transfer kali ini setelah tampil buruk sepanjang musim lalu.

Selain itu, alasan pendatangan Lacazette dipercaya karena Rodgers tak puas dengan lini depan tim asuhannya sepanjang menjalani tur pramusim di Thailand, Australia dan Malaysia. Bagaimana tidak, dari empat laga yang dilalui, lini depan mereka hanya mengemas satu gol lewat Ings saat Liverpool mengalahkan Adelaide United 2 -0. Hal ini merupakan cermin bagaimana lini depan mereka akan beroperasi pada musim depan. Tentu hal ini tidak diinginkan oleh Rodgers.

Selain Mengejar Alexandre Lacazette, Liverpool juga berminat mendatangkan wonderkid Juventus. Adalah Kingsley Coman yang ingin direkrut oleh Brendan Rodgers. Pemain yang baru berusia 19 tahun itu diisukan  bakal meninggalkan Juventus Stadium.

Liverpool akan memanfaatkan situasi tersebut, meski ada dua klub besar Eropa lainnya yang juga membidik talenta muda asal Prancis tersebut, seperti Bayern Munich dan Arsenal. Liverpool juga berada di atas angin, lantaran  bakal menawarkan Coman masuk langsung ke skuad utama Rodgers.

Inter Kalah di Derby, Mancini tidak kesal

during the International Champions Cup match between AC Milan and FC Internazionale  on July 25, 2015 in Shenzhen, China.

Allenatore Inter Milan, Roberto Mancini, mengaku puas terhadap penampilan anak-anak asuhnya saat melawan rival se-kota pada lanjutan International Champions Cup, sekalipun La Beneamata menyerah dengan skor 0 – 1.

Inilah kekalahan kedua secara beruntun yang dialami Inter pada pramusim. Namun, dinilai Mancini, hasil bukanlah orientasi timnya pada fase pramusim. Pertandingan pada pra-musim bukan menjadi tolak ukur bagi perkembangan tim saat menghadapi kompetisi yang sebenarnya, walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa fase pramusim membantu pemain soal kebugaran.

“Saya senang dengan penampilan anak asuk saya meskipun kalah dalam derby bertajuk Della Madonnia ini. Hal terpenting yakni peningkatan kualitas tim. Sebab pada fase ini, anda tidak bisa berharap 100 %,” Ujar pria yang pernah melatih Manchester City.

Dia mengakui, kondisi fisik pemainnya tak bugar karena harus melakoni dua pertandingan dalam kurun waktu 48 jam, setelah Inter menyerah 0-1 dari Bayern Muenchen pada 23 Juli. Karena itu, Mancini harus mengubah tim setelah tampil selama 60 menit.

Inter mengawali pertandingan dengan sebagian besar pemain Primavera. Mancini baru memasukkan pemain kunci seperti Mauro Icardi, Mateo Kovacic, dan Andrea Ranocchia pada pertengahan paruh kedua.

Dan juga Mancini tak lupa memberikan pujian kepada pelatih AC Milan, Sinisa Mihajlovic. Dia mengakui, mantan rekan setimnya tersebut akan membuat Milan kian bagus dan menakutkan.

Mancini yakin Mihajlovic akan mampu membawa Milan kembali berprestasi di ranah Italia. Mancini sendiri juga bertekad untuk membawa Inter ke jalur yang tepat , yaitu trek meraih Scudetto. Setelah keterpurukan yang di alami oleh duo Milan,  otomatis hanya Juventus yang mampu menaikkan pamor Italia di mata Internasional.

“Kami sedikit berbincang-bincang, sedikit bertukar pikiran dengannya dan saya pikir dia akan melakukan pekerjaannya dengan baik atau bahkan sangat baik. Timnya terlihat tajam dan saya pikir dia akan bahagia,” ujar Mancini.

Dua pelatih ini pernah meraih kejayaan saat membawa Lazio meraih scudetto pada musim 1990-2000. Setelah itu, mereka pun kembali bersama-sama memperkuat Inter Milan, sebelum Mancini ditunjuk menjadi pelatih Nerazzurri dan Mihajlovic menjadi asisten pelatih.

Sering Berganti Posisi , Tidak Meredupkan Kesuksesan Pemain Ini

henry1

Saat ini zaman sudah modern, begitu juga sepakbola yang mengalami evolusi. Sepakbola modern menuntut pemain dan pelatih harus terus beradaptasi terhadap berbagai perubahan terkait pemakaian taktik sampai teknologi tertentu.

Bagi para pemain, sepakbola modern membuat mereka mau tak mau menjalani lebih dari satu peran di lapangan, sang pemain bisa menjadi gelandang bertahan, kadang menjadi bek tengah ataupun menjadi bek sayap. Tergantung dari keputusan pelatih. Jika tak sanggup, apalagi tak mau, siap-siap tersingkir dari skuad, kecuali bila memiliki skill di atas rata-rata seperti mega bintang Barcelona, Lionel Messi.

Berikut ini beberapa pemain genius yang mampu terus bersinar meski sering berganti posisi sepanjang karier persepakbolaannya:

1. Lothar Matthaus
Lothar Matthaus adalah contoh ideal dari seorang pemain serbabisa. Meski memiliki tinggi hanya 174 sentimeter, Matthaus sukses menjadi seorang bek tengah yang tangguh dan defensif, sekaligus gelandang box to box yang taktis dan kuat.

Pemain kelahiran Erlangen, Jerman, 21 Maret 1961, itu pernah ikut membawa Timnas Jerman menjuarai Piala Dunia 1990 dan membantu Bayern Munich berjaya di tingkat domestik dan Eropa selama dekade 1980 hingga 1990.

Skema taktik 3-5-2 yang mengharuskan adanya peran sweeper di lini belakang menjadi awal mula Matthaus bersinar. Namun, pemain yang kuat di kaki kanan dan kiri itu tidak canggung jika di instruksikan untuk menyerang ataupun membantu penyerangan, mulai gelandang bertahan sampai box to box midfielder yang membutuhkan kecerdasan dan mobilitas tinggi.

2. Thierry Henry
Thierry Henry adalah contoh nyata pemain dengan karakter winger bisa lebih sukses saat ditarik menjadi striker tengah. Memiliki kecepatan dan kecerdasan, Henry tidak sukses saat bermain sebagai penyerang sayap ketika membela Juventus.

Namun Ceritanya tidak sama ketika ia berseragam Arsenal. Pelatih The Gunners, Arsene Wenger menugaskan henry untuk bermain sebagai penyerang tengah saat hijrah ke Highbury, markas Arsenal saat itu. Hasilnya, Henry menjelma menjadi salah satu striker terhebat di dunia yang memiliki ciri khas kecepatan berlari, dribbling, timing, dan akurasi shooting yang tinggi.

3. Andrea Pirlo
Maestro Italia, Andrea Pirlo terkenal sebagai deep-lying playmaker terbaik di dunia selama 10 tahun terakhir. Posisi yang berada di depan para bek yang identik dengan peran gelandang bertahan, namun kenyataannya peran Pirlo adalah mengatur permainan tim, seperti mengatur arah bola, menahan bola, sampai memberikan umpan-umpan terukur ke pertahanan lawan.

Pirlo sukses menjadi deep-lying playmaker karena kecerdasannya membaca gaya permainan lawan dan melepaskan umpan-umpan yang akurat. Meski tidak cepat, gaya permainan Pirlo yang taktis cocok dengan fungsinya sebagai deep-lying playmaker.

Padahal di awal karier, Pirlo adalah seorang playmaker atau penyerang lubang di belakang dua striker. Peran yang ia lakukan saat membela Brescia mulai 1995 hingga Inter Milan pada 1998. Namun saat hijrah ke AC Milan pada 2001, Carlo Ancelotti yang menciptakan Pirlo menjadi deep-lying playmaker.

4. Bastian Schweinsteiger
Pemain yang pada awalnya beroperasi di bek kiri tersebut berubah peran menjadi gelandang sayap dan gelandang serang. Kemudian Louis Van Gaal menyulap Bastian menjadi gelandang bertahan dan lebih sukses dengan peran tersebut. Bastian tampil konsisten dalam memainkan semua perannya tersebut.

Hasilnya adalah puluhan trofi juara bergengsi di level klub hingga juara dunia bersama Jerman menjadi bagian sejarah kekasih petenis Ana Ivanovic tersebut.

Tidak Mau Nurut Dengan Pelatih, Valdes Terancam Keluar Dari Old Trafford

imagen52612g

Kiper profesional jebolan Barcelona, Victor Valdes sedang mendapat masalah besar di Manchester United.Kabarnya kiper berpaspor Spanyol ini akan dijual oleh Louis Van Gaal karena tingakah lakunya yang tidak mengikuti keinginan sang pelatih.

Masa depan Victor Valdes di Manchester United tampaknya akan segera menemui akhir. Manajer ‘Setan Merah’ Louis van Gaal menyebut kiper asal Spanyol itu akan dijual karena menolak mengikuti instruksinya.

Kelanjutan karier Valdes di MU memang sebelumnya sudah dispekulasikan, karena kiper 33 tahun tak ikut dalam tur pramusim ke Amerika Serikat. Padahal eks Barcelona itu sempat disebut-sebut bakal mengemban tugas utama di bawah mistar MU, mengingat David De Gea kencang dikabarkan akan hengkang ke Real Madrid.

Van Gaal menyebut bahwa Valdes sebelumnya menolak bermain untuk tim kedua. Karena hal inilah dia membuka pintu keluar lebar-lebar.

“Dia tidak mengikuti filosofi saya. Tidak ada tempat untuk seseorang seperti itu,” kata Van Gaal dikutip BBC.

“Tahun lalu, dia menolak bermain di tim kedua dan ada aspek-aspek lain yang Anda butuhkan sebagai seorang kiper di United. Ketika Anda tidak mau mengikuti prinsip-prinsip itu, hanya ada satu jalan dan itu adalah keluar.”

“Itu adalah kekecewaan besar. Itu disayangkan karena kami telah memberikan dia kesempatan untuk rehabilitasi, memberikan dia sebuah kontrak, dan kemudian dia fit untuk dimainkan,” tambahnya.

Valdes mulai bergabung dengan MU pada Oktober tahun lalu. Saat itu dia diberikan kesempatan untuk ikut berlatih dan memulihkan diri setelah menderita cedera ligamen parah.

Namun demikian, dia baru resmi jadi anggota Old Trafford pada Januari 2015 saat sepakat menandatangani kontrak 18 bulan, dengan opsi perpanjangan satu tahun ekstra.

Valdes melakukan debut pada 17 Mei lalu saat melawan Arsenal, untuk menggantikan De Gea yang cedera dengan laga menyisakan 16 menit. Kiper lulusan akademi Barca itu kemudian tampil sebagai starter untuk kali pertama pada laga terakhir musim tersebut saat melawan Hull City.

“Saya memainkannya di Hull karena saya waktu itu ingin membantu. Saya selalu merupakan orang yang sangat berjiwa sosial,” ujar Van Gaal soal laga kontra Hull itu.

Van Gaal Masukan Nama Callum Gribbin Untuk Tur Pra Musim United

0000236571

Manchester United tak lama lagi akan berlaga menjalani tur pra musim mereka di tahun 2015.kabar menarik dari tur pra musim kali ini adalah, Manager Unite Louis Van Gaal memanggil pemain muda yang masih berumur 16 tahun untuk bergabung ke dalam skuad Setan Merah.

Pemain muda milik Manchester United, Callum Gribbin, akan turut serta dalam tur pra musim yang digelar oleh pihak klub. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya pemain 16 tahun tersebut pada sesi latihan United di Carrington hari Senin kemarin.

Manchester United akan melakoni empat pertandingan ujicoba saat menjalani tur pramusim di Amerika Serikat. Laga kontra Barcelona dan Paris St. Germain akan menjadi fokus utama ‘Setan Merah’

MU dijadwalkan bermain melawan Club America di Seattle pada 17 Juli, lalu melawan San Jose Earthquakes di San Jose sepekan berikutnya. Setelah itu, Wayne Rooney dkk. bertolak ke Santa Clara untuk menghadapi Barca pada 25 Juli dan PSG di Chicago pada tiga hari kemudian.

Van Gaal mengungkapkan bahwa setiap pemainnya akan turun tidak lebih selama 45 menit saat melawan Club America dan San Jose, termasuk Callum Gribbin.

Sportsmole melansir, Gribbin merupakan pemain yang memiliki prospek cerah untuk ke depannya. Ia berposisi sebagai playmaker dan juga dapat menempati posisi sayap kanan lini serang The Red Devils.

Pemain spesialis kidal itu sebelumnya ingin diambil oleh pihak Liverpool yang telah mencium bakatnya sejak awal. Namun, pihak Setan Merah tentu tidak ingin melepas pemain berharganya tersebut.

Manajer United, Louis van Gaal memang dikenal sebagai pelatih yang suka mengorbitkan para pemain muda. Sebut saja nama-nama seperti Edwin Van Der Sar, Holger Badstuber, Thomas Muller dan Clarence Seedorf. Pemain-pemain tersebut bersinar ketika pelatih asal belanda itu memberikan kesempatan bagi mereka saat masih muda.

Melihat fakta tersebut, bukan tidak mungkin setelah dari tur pra musim, Gribbin mendapatkan jam terbang yang lebih banyak.

“Di dua pertandingan pertama, saya akan memainkan semua pemain paling lama 45 menit karena kami harus beradaptasi dengan situasi yang baru,” kata manajer MU ini di situs resmi klub. “Banyak pemain muda juga diberikan kesempatan untuk tampil.”

“Pertandingan Barcelona dan PSG adalah laga ketiga dan keempat dan ketika itu kami akan bermain dengan para pemain tertentu selama 60 menit dan 30 menit. Ini juga akan bagus untuk melihat seberapa kemampuan kami melawan tim-tim denga level seperti mereka.”

“Tapi pertandingan itu juga bisa tidak berarti apapun karena tahun lalu kami memenangi setiap pertandingan melawan tim besar, meraih banyak hasil bagus, dan memainkan sepakbola atraktif.”

“Bagi saya yang penting adalah pertandingan petama Premier League,” cetus Van Gaal.